Cara Mencintai Diri Sendiri

 

“Banyak pendidikan tinggi di dunia ini untuk banyak hal. Tapi tidak ada satupun yang mengajarkan tentang pentingnya mencintai diri sendiri.”

“Badannya bagus ya, langsing. Badanku jelek.”

“Dia pintar banget ya? Bisa masuk ITB.”

Seringkali saya mendengar kalimat kalimat di atas saat dalam perjamuan keluarga, reuni, ataupun ngumpul bersama teman-teman SMA.  Setiap manusia memang didesain dan diciptakan PASTI dengan kekurangan serta kelebihannya masing-masing. Apa yang kita lihat bagus dari kita belum tentu bagus di mata mereka. Tetapi bukan berarti dengan kekurangan tersebut kita justru down atau insecure. Atau sebaliknya, dengan kelebihan yang kita miliki kita menjadi pribadi yang sombong dan narsis. Banyak orang ingin mudah dicintai dan dihargai orang lain, tapi terkadang lupa bahwa semua harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu.

“Mencintai diri sendiri? Narsis dong? Narsis ‘kan gangguan mental?”

Istilah narsis mungkin kian familiar saat ini, mengingat sudah banyak orang yang sering menggunakan kata ini. Bagi orang awam, narsis seringkali dikaitkan dengan seseorang yang terlalu membanggakan dirinya sendiri atau terlalu mencintai dirinya sendiri. Perilaku yang sering dikatakan narsis merujuk pada perilaku selfie, atau membanggakan ego sendiri di hadapan orang lain. Namun, apakah memang demikian yang dikatakan sebagai perilaku narsis?

                Itulah mengapa dalam menjalankan hidup di masyarakat ada batasan tertentu di mana kita dituntut untuk bisa beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terus berkembang di era milenial ini. Secara pribadi, saya terus memantau tren yang terus berkembang. Memilih mana yang baik dan berkarakter serta mengaplikasikannya secara perlahan tapi pasti. 

Jadi Lebih Bahagia

Merasa kurang ganteng? Kurang kurus? Kurang gemuk? Pokoknya merasa kurang? Maka terimalah keadaan dirimu apa adanya. Banyak orang yang menolak kekurangan dalam dirinya sehingga melakukan segala cara untuk menghilangkan kekurangan itu. Hidupmu akan merasa nggak bahagia karena selalu menggerutu kekuranganmu. Intinya BERSYUKUR.

Oleh karena itu, cobalah untuk menerima segala bentuk kekurangan yang ada dirimu, dan bersyukurlah. Kekurangan selalu diciptakan bersamaan dengan kelebihan. Jangan lagi menggerutui kekuranganmu. Cobalah untuk fokus dalam mengasah kelebihan dirimu. Kamu dapat menutupi kekuranganmu dengan menonjolkan kelebihanmu pada dunia.

Jangan jalani hidupmu, untuk membahagiakan orang lain

Kalimat di atas diucapkan oleh Anne Hathaway, seorang aktris Amerika. Setiap orang memiliki pemikirannya sendiri tentang apa yang dikatakan baik. Jika Anda ingin menuruti semua pemikiran mereka, bisa jadi Anda kehilangan makna hidup Anda sendiri. Mencintai diri sendiri tidak pernah menjadi suatu yang buruk selama Anda tahu bagaimana melakukannya dengan cara yang baik dan tidak berlebihan. Seorang praktisi psikologi, Margaret Paul Ph.D mendefinisikan mencintai diri sendiri sebagai perilaku memahami nilai sebenarnya dalam diri, tentang apa yang sebenarnya ada di dalam diri Anda, bukan menilai diri berdasarkan penampilan fisik atau performa diri2. Mencintai diri sendiri adalah perihal menghargai diri Anda sendiri, tentang kelebihan dan kekurangan yang Anda miliki.

Tidak akan ada yang sempurna di dunia ini, sebaik apapun Anda menilai seseorang atau sesuatu. Orang paling cantik yang pernah Anda temui saja mungkin memiliki kekurangan yang tidak Anda ketahui. Orang yang Anda anggap paling pintar juga mungkin memiliki ketidakmampuan melakukan sesuatu. Setiap orang pasti memiliki kekurangan. Bagaimana Anda mampu menghargai kekurangan yang Anda miliki, akan membuat Anda mampu menghargai kekurangan yang dimiliki orang lain.

Cintai diri sendiri dengan lakukan apa yang membuat Anda bahagia. Meskipun mungkin hal yang membuat Anda bahagia membuat Anda terlihat konyol, semakin gemuk dan sebagainya. Hal yang akan membuat Anda berbeda dengan seorang narsistik adalah Anda mencintai dan menghargai diri sendiri untuk kebahagiaan Anda, bukan untuk memuaskan pandangan orang lain terhadap Anda. Kurangi perilaku memberikan “hukuman” pada diri Anda sendiri dengan menilai semua kekurangan Anda secara berlebih lalu menghakimi diri Anda. Pahami bahwa kekurangan adalah bagian dari nilai diri yang Anda punya. Semua kekurangan akan didampingi dengan kelebihan. Beri perhatian yang sama dengan kelebihan diri Anda. Sadari, ada orang di luar sana yang mungkin menghargai kelebihan yang Anda miliki.

Berawal dari mencintai diri sendiri dengan baik, membuat kita menjadi pribadi yang lebih rendah hati dalam menilai orang lain. Jika setiap orang mampu menghargai kekurangan dan kelebihan dirinya sendiri dengan baik, ia akan mudah untuk menghargai  kekurangan dan kelebihan orang lain. Dengan demikian, bukankah dunia akan lebih menyenangkan?

Comments